Ini bukanlah tentang langsung menawarkan produk, melainkan memperkenalkan diri dan membangun koneksi dengan audiens.
Baca Juga: 5 Cara Bangkit Dari Kegagalan dan Menjadi Batu Loncatan untuk Kesuksesanmu
2. Consideration (Pertimbangan)
Setelah menyadari keberadaan brand, pelanggan akan mulai mempertimbangkan apakah produkmu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Tahap ini adalah momen untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang produk dan manfaat yang bisa didapatkan.
3. Conversion (Konversi)
Saat pelanggan sudah tertarik dan siap untuk membeli, inilah tahap konversi.
Penting bagi kamu untuk membuat proses pembelian sejelas mungkin dan memberikan insentif yang mungkin diperlukan untuk mendorong pembelian.
Baca Juga: Berbicara di Depan Kamera, Cobain Cara Ini! Dijamin Skill Berbicara Kamu Meningkat
4. Loyalty (Loyalitas)
Setelah berhasil melakukan penjualan, jangan lupakan pelangganmu begitu saja.
Bangunlah hubungan yang erat dengan mereka dan pastikan mereka merasa dihargai sebagai pelanggan setia.
Hal ini akan membantu dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan membuat mereka kembali lagi untuk bertransaksi di masa depan.
5. Advocacy (Advokasi)
Tahap terakhir adalah advokasi, di mana pelanggan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi duta brandmu.
Artikel Terkait
Strategi Brand Lokal Bersaing dengan Barang Branded, Momentum Produk Buatan Indonesia Mendunia