wisata-kuliner

ICF 2026 Angkat Boon Pring sebagai Ruang Hidup, Satukan Budaya, Alam, dan Ekonomi

Selasa, 5 Mei 2026 | 20:49 WIB
ICF 2026 berpusat di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang,

JurnalisNetwork-MALANG-Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bekerja sama dengan Yayasan Lintas Batas menyelenggarakan Indonesia Culture & Creative Festival (ICF) pada 8–10 Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis kawasan melalui pendekatan Living Museum.


ICF 2026 berpusat di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang, yang dikembangkan sebagai Bamboo Living Museum ruang hidup yang mengintegrasikan kekayaan alam, praktik budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Festival ini merupakan kelanjutan dari penguatan program pasca peluncuran Boon Pring Bamboo Living Museum pada 2025.


Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Hidayat, menyampaikan bahwa ICF menjadi ruang pertukaran praktik antar daerah.


“Festival ini mempertemukan berbagai pendekatan pengembangan budaya dari banyak kota, sehingga tercipta pembelajaran kolektif yang bisa diterapkan di berbagai wilayah,” ujarnya.


Project Leader ICF sekaligus Direktur Aktivasi Kebudayaan & Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, menekankan bahwa program disusun berbasis praktik yang sudah hidup di masyarakat.


“Yang kami lakukan adalah memperkuat apa yang sudah ada. Dengan begitu, dampaknya tidak berhenti di festival, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Korban Pelecehan di Ponpes Ndholo Kusumo Pati Capai 50 Orang, Tersangka Diklaim Ngaku Jadi 'Wali' sampai Bikin Geram Warganet


Selama tiga hari pelaksanaan, ICF menghadirkan lima program utama, yaitu sharing session, leader’s talk, cultural residency, pemaparan expertize, pemetaan strategis Boon Pring, serta festival kebudayaan yang dilengkapi dengan business matching, gastronomi, dan penandatanganan kerja sama lintas sektor.


Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sharing session di Kota Malang yang mengangkat berbagai tema strategis.

Dalam sesi penjenamaan kota, Amar Alpabet dan Alan Wahyu H membahas penguatan identitas kota kreatif serta keterkaitannya dengan jejaring global seperti UNESCO Creative Cities Network, dengan moderator Nadira Siti N dan Taufiq Saguanto.


Sesi berikutnya mengangkat tema budaya sebagai identitas dan daya pikat kota, menghadirkan Vicky Arief Hidayat dan Dadik Wahyu Chang, yang membahas peran budaya dalam membangun citra dan daya saing daerah.


Pada sesi festival kreatif, Seto Hari Wibowo, Zandri Aldrin, Muhammad Anwar, dan Aditya Bayu S membahas bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan moderator Wahono Eko Putro dan Mary Jona.

Baca Juga: Polisi Nilai Kesalahan Pengemudi Green SM di Insiden KRL Bekasi Tak Absolut, Sebut Ada Faktor Kendaraan hingga Jalan


Tema cipta ruang juga menjadi perhatian melalui diskusi tentang optimalisasi aset bangunan cagar budaya dengan pendekatan placemaking.

Halaman:

Tags

Terkini

Tradisi Sedekah Bumi, di Kaligangsa Kota Tegal

Minggu, 5 Juli 2026 | 16:02 WIB

Polres Tegal Kota Nobar Piala Dunia Bareng Warga

Minggu, 14 Juni 2026 | 17:14 WIB