JurnalisNetwork-PEMALANG— Aktivitas Gunung Slamet di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini ditandai dengan terus terjadinya gempa tremor yang terekam oleh alat pemantau kegempaan.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, gempa tremor terekam dengan intensitas yang fluktuatif, namun cenderung meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tremor tersebut mengindikasikan adanya pergerakan fluida magma di dalam tubuh gunung.
Petugas PGA Gunung Slamet menyampaikan bahwa hingga saat ini status gunung masih berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik.
Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Pengoplos Gas Subsidi di Karanganyar
Berdasarkan pengamatan instrumental terbaru, terekam adanya rentetan gempa hembusan serta tremor menerus dengan amplitudo yang bervariasi setiap harinya.
Fenomena ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau gas magmatik yang menekan dari bawah permukaan kawah utama.
“Gempa tremor yang terjadi menunjukkan adanya dinamika di dalam gunung. Kami terus memantau perkembangan aktivitas secara intensif selama 24 jam,” ujar salah satu petugas pengamatan.
Selain tremor, aktivitas lain seperti hembusan gas dan asap kawah juga terpantau meningkat, dengan ketinggian kolom asap bervariasi antara 50 hingga 200 meter dari puncak. Pada waktu tertentu, suara gemuruh lemah juga terdengar dari sekitar kawah.
Baca Juga: Aktifitas Vulkanik Naik, Jalur pendakian Gunung Slamet Jawa Tengah Ditutup sementara
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian.
Hingga kini, belum ada laporan dampak signifikan yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas tremor tersebut. Namun, warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***