Praktik Markus mengafirmasi budaya impunitas bagi kaum elitis, koruptor, konglomerat hitam, dan penjahat kerah putih memiliki kemampuan finansial untuk menyewa "jasa"'Markus guna meringankan atau menghapus hukuman mereka, sebaliknya, rakyat jelata yang terjerat hukum dan tidak mampu menjangkau biaya operasional gelap ini harus menangung hukuman secara maksimal, ini menciptakan jurang ketimpangan sosial yang sangat dalam, dalam aspek penegakan hukum.
5, PENGHANCURAN IKLIM INVESTASI DAN PEREKONOMIAN NEGARA
Keberadaan makelar kasus juga berdampak pada kepastian berusaha,
Investor asing maupun domestik akan berpikir ulang untuk menanamkan modal di negara yang kepastian hukumnya dapat diintervensi dan dimanipulasi dengan uang, Ekonomi biaya tinggi (high - cost economy) muncul tidak hanya dari birokrasi yang rumit,
Tetapi juga dari ketakutan akan pemerasan atau kekalahan di meja hijau yang diakibatkan oleh bekerjanya jaringan mafia peradilan.
Untuk membersihkan peradilan dari penyakit kronis ini, dibutuhkan reformasi struktural yang masif,
Pengawasan internal yang ketat (seperti optimalisasi komisi Yudisial), hingga penegak hukum pidana tanpa pandang bulu Membasmi Markus memerlukan komitmen politik tingkat tinggi guna mengembalikan marwah hukum sebagai panglima tertinggi dalam bernegara.