self-improvement

Habis Omong Terbitlah Bohong ../Oleh YUSUF BLEGUR / Aktifis 88

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:50 WIB
Yusuf Blegur (aktivis,88)

Habis Omong Terbitlah Bohong


*** Disampaikan Oleh Yusuf Blegur


JurnalisNetwork-JAKARTA-Pramoedya Ananta Toer menggunakan majas Betapa Kuasanya Kerongkongan. AD Donggo dengan frasa Dari Lidah Berawal Kemerdekaan. Kedua budayawan itu mengasosiasikan betapa dahsyatnya narasi para The Founding Father's berkarakter pembebasan. Lalu, apa yang dikatakan seorang pemimpin yang gemar omon-omon?


Pejabat di Indonesia bukan hanya lihai berbisnis. Selain terlibat usaha seperti pertambangan, Kehutanan, MBG, dsb. Kebanyakan pemangku kepentingan publik juga memiliki pabrik air liur yang dikemas dalam pelbagai produk seperti pidato, pernyataan sikap, dan klarifikasi.

Sayangnya, pabrik air liur milik birokrat dan politisi itu tidak terasa manfaatnya buat rakyat. Selain hanya menghasilkan busa berlimpah yang cepat menguap. Kerap terasa bau busuk dan menyakitkan. Radiasinya merusak akal sehat dan kesadaran jiwa.

Baca Juga: Viral Dugaan Ketua RT di Banjarnegara Jawa Tengah Diam-diam Merekam Tetangganya Mandi, Aksinya Sudah Bertahun-tahun

Alih-alih menciptakan lapangan pekerjaan, dampaknya justru menimbulkan PHK massal. Isi pembicaraan dan nadanya bukan membuat pembangunan makin progres, malah merusak lingkungan dan ekosistemnya. Lebih parah lagi narasinya kerap arogan, sarat intimidasi, aroma ancaman dan teror. Terkadang memicu konflik, pertumpahan darah dan korban nyawa.

Argumentasi publiknya melegalkan penyimpangan kebijakan yang menghisap rakyat. Bukan negara kesejahteraan, tapi kemakmuran diri keluarga dan kelompoknya. Sulit membedakan pejabat dan penjahat dengan legalitas dan legitimasi negara.

Kemiskinan dan kebodohan terus lahir dari produk politik yang hedon, represif dan otoriterian. Dampak kebohongan dan distorsi kekuasaan itu rakyat menjadi bulan-bulanan aniaya. Bukan gizi keadilan, namun rakyat hanya melahap limbah amoral pemimpinnya.

Begitulah jika pejabat menyampaikan kata-kata yang tidak berbasis kompetensi dan integritas. Nir empati dan tidak lahir dari kedalaman memaknai lahir batin rakyat. Kekayaan, jabatan dan populeritas telah menjadi bagian dan tujuan hidupnya. Berkhianat terhadap konstitusi dan cita-cita kemerdekaan republik.

Baca Juga: Draft LKPJ Wali Kota Tegal, Dedy Yon Dorong OPD Beri Masukan Yang Konstruktif

Tak cukup gagal mengemban amanat penderitaan rakyat. Para pemimpin dan pejabat terbiasa berbohong, seperti sudah menjadi tabiat. Malah bangga dan penuh percaya diri. Tak ada rasa malu dan penyesalan serta terus menjadikan perilaku kebohongan sebagai behavior.

Dari podium panggung kemeriahan massa dan mimbar ke mimbar hingga konferensi pers. Orasi terasa hambar, penuh basa-basi dan manipulatif.
Berbangga diri, selfish dan cenderung NPD. Mulut liar dan tak bertanggung jawab, sekumpulan amtenar itu memang berbahaya dan penuh virus jahat kemanusiaan.

Selama terus terjajah dalam kemerdekaan. Selama itu rakyat mengalami habis omong terbitlah bohong.**

 

Tags

Terkini

Hamzah, Pelaut Sukses yang Terlupakan

Senin, 8 Juni 2026 | 02:41 WIB

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB