self-improvement

Memahami Perbedaan Makna Sekolah dan Kehidupan

Jumat, 28 November 2025 | 16:21 WIB
Ustad.Edi Friono Penceramah Asal Kota Tegal (Arsya)


Jurnalisnetwork.com-TEGAL-Allah memberi dunia seperti harta, kesehatan, kecantikan, ketampanan, jabatan, kemewahan dunia lainnya, dan sebagainya, kepada orang yang Ia cintai yakni orang yang ahli ibadah dan juga kepada orang yang Ia tidak cintai yakni orang yang ahli maksiat baik muslim ataupun non muslim. Sabda Nabi Saw, "Innallaha yu'thid dunya liman yuhibbu wa liman laa yuhibba". Tapi nikmat iman dan islam Allah berikan khusus kepada orang yang yang Ia cintai. "Wa yu'thiddiina illa liman yuhibbu".


Berbahagialah dan beruntunglah orang yang ahli beribadah dan rajin beramal shaleh serta mampu untuk meninggalkan larangan Allah karena mereka adalah golongan orang yang di cintai Allah. Ada seorang murid bertanya pada gurunya, Pak, apa sih bedanya yang namanya sekolah dan kehidupan itu ? Jwb Sang Guru, " Nak...kalau sekolah dikasih pelajaran dulu bolak-balik bolak-balik setelah itu barulah menghadapi ujian tapi jika kehidupan dikasih ujian dulu.


- Dikasih ujian berupa kemiskinan,
- Dikasih ujian berupa suatu penyakit.
- Dikasih ujian berupa suatu musibah.
- Dikasih ujian berupa masalah anak.
- Dikasih ujian problem rumah tangga
Dan seterusnya, setelah dikasih ujian baru akan mendapat pelajaran yang sangat berharga dan bernilai.

Oh ... ternyata dibalik kemiskinan meringankan hisab besok di hari kiamat. Cara Allah Swt menyayangi hambanya terkadang bukan dengan memberi hidup dalam keadaan bergelimpangan kemewahan dunia, tapi dengan hidup penuh sederhana karena Allah Swt ingin meringankan hisabnya. Oh... ternyata dibalik sakit dosa sedang diampuni. Oh... ternyata dibalik musibah haikatnya Allah sedang mencintainya.

Semua itu andaikata dihadapinya dengan penuh kesabaran tidak mengeluh dan tetap istikomah dalam beribadah.
Berdamailah dengan kenyataan, belajar ikhlas, belajar senang hati, dan belajar ridho menerima takdir Allah dan yakinlah bahwa keputusan itu jauh lebih baik daripada keinginan kita, dibalik takdir yang membuat kita menangis disitu ada rasa manis. Dalam menjalani kehidupan tidaklah semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Untuk itu kemampuan untuk mengelola sebuah kegagalan dan menerima kepurusan Allah Swt menjadi bagian penting dari keimanan.

Ada takdir yang awalnya harus kita terima dengan tetesan air mata dan harus kita ikhlakan dengan hati yang luka namun seiring dengan berjalannya waktu pada akhirnya kita tersenyum dan berkata, "Ya Allah, sungguh indah takdir yang Engkau tetapkan untukku". Ternyata hikmahnya luar biasa dibalik setiap kejadian. Mari kita berprasang bagus kepada sesama manusia juga berprasangka bagus kepada Allah Swt. Tak sedikit orang mati dalam keadaan syu'ul khotimah sebab ketika masih hidup senangnya berprasangka buruk kepada siapa saja termasuk kepada Allah. Sebaliknya kebanyakan orang yang matinya husnul khotimah sebab ketika hidup di dunia lebih senang berprasangka bagus baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah.
Mereka yang sudah mengenal akan dirinya sendiri adalah mereka yang sudah berserah diri kepada Allah dan mereka yang sudah berserah diri kepada Allah itu tidak pernah punya rasa takut, tidak punya rasa khawatir, tidak pernah bersedih, tidak pernah kebingungan, tidak pernah merasa duka cita, dan mereka hidupnya selalu bahagia.

Tags

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB