Ayo, Dukung Kapolri Jadi Petani! Oleh Yusuf Blegur ..*Aktifis '88*

Photo Author
Agus.R, Jurnalis Network
- Jumat, 30 Januari 2026 | 11:04 WIB
Yusuf Blegur (aktivis,88)
Yusuf Blegur (aktivis,88)

JurnalisNetwork-JAKARTA-

 

Ayo, Dukung Kapolri Jadi Petani!


Disampaikan : Oleh Yusuf Blegur


Menjadi petani mungkin tidak prestisius dan memilik kebanggaan layaknya menjadi anggota Polri. Tapi setidaknya, sulit menemukan perilaku seorang petani terlibat korupsi, menjadi irisan dari politik dinasti dan oligarki serta terlibat dalam pelbagai penyalahgunaan kekuasaan


Sungguh sebuah keinginan terpuji dan terhormat dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan lebih baik menjadi petani daripada bekerja sebagai menteri kepolisian. Belum pernah ada sejarah di republik ini, seorang Kapolri mau menjadi petani yang merupakan profesi mulia dan nyata bermanfaat bagi rakyat, negara dan bangsa Indonesia.

Pernyataan terbuka, berani dan terkesan menantang dari pemuncak jabatan Polri itu, ditenggarai sebagai reaksi terhadap tuntutan banyak pihak yang menginginkan kelembagaan polri dibawah kementerian atau setidaknya tidak lagi bernaung dan hierarkis pada presiden.

Jelas terlihat, narasi Kapolri yang begitu emosional mengumbar sikap defensif dan resisten serta cenderung melakukan perlawanan. Jenderal bintang empat aktif itu merespon keras adanya polemik menyoal fungsi dan kelembagaan polri belakangan ini. Listyo Sigit Prabowo yang memasuki tahun ke-5 menjabat Kapolri. Di hadapan Komisi III dalam sidang DPR dan disaksikan publik, menyampaikan respon yang tegas yang berisi penolakannya terhadap rencana reposisi dan restrukturisasi polri. Termasuk menempatkan polri dibawah kementerian, atau bertransformasi menjadi kementerian, atau bahkan lebih ekstrim lagi dengan adanya keinginan stereotif membubarkan kepolisian.

Baca Juga: YUSUF BLEGUR : Rakyat Disikat Hutan Dilumat, Sungguh Rezim Laknat

Refleksi, evaluasi dan solusi terhadap kinerja polri telah lama menjadi sorotan publik. Sebagai salah satu produk dari agenda reformasi sejak era 1998. Institusi polri yang secara organisatoris langsung dibawah presiden, kerap menuai gugatan baik pada performans pimpinan dan anggotanya maupun pada aspek institusi yang dinilai cenderung menjadi "super body" dan "the unthouchables'.

Lepas dari itu semua, tanpa menghilangkan prestasi dan pengorbanan peran Polri sejauh ini, seiring persoalan kelembagaan dan aparatnya yang kerap diselimuti sikap skeptis dan apriori sebagian besar rakyat. Ada yang menarik dan sangat langka terkait aspirasi politik kalau tidak mau disebut keluh kesah yang diungkapkan kapolri.
Sungguh luar biasa dan menakjubkan, entah spontanitas atau hasil perenungan batin yang dalam, orang nomor satu di jajaran polri tersebut menyampaikan niatannya menjadi petani.

Boleh jadi ungkapan Listyo Sigit Prabowo terkait antusiasme pada profesi petani itu, sebagai bentuk kemarahan dari pelbagai upaya yang ingin mereduksi sekaligus mendegradasi institusi polri. Atau bisa juga sejatinya kesadaran jiwa yang lahir dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual seorang Listyo Sigit Prabowo terhadap pengabdian dan dinamika dalam institusi polri yang puluhan tahun digelutinya.

Apapun hasilnya, biarlah para pemangku kepentingan publik yang kompeten dan elit politik serta yang lebih relevan lagi presiden yang akan membahas dan memutuskan nasib Polri.
Tentunya, suara rakyat yang kini menjelma dalam bentuk kekuatan netizen dengan "no viral, no justice", juga signifikan ikut menentukan imej dan persfektif polri di masa lalu, saat ini dan waktu berikutnya.

Namun yang pasti, di tengah konstelasi pertarungan politik citra Polri. Entitas petani tiba-tiba muncul dari lisan Sigit Sulistiyo Prabowo yang notabene seorang Kapolri dan salah satu figur berpengaruh di republik ini.
Rasanya, profesi petani bisa menjadi komparasi sekaligus resolusi dari kegamangan polri selama ini.

Halaman:

Editor: Agus.R

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAHAYANYA MAKELAR KASUS ( MARKUS )

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:12 WIB

Suasana Perayaan Hari Raya Nyepi Di Tegal Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:24 WIB
X