JurnalisNetwork-SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp33,2 miliar guna mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah menyampaikan, melalaui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyatakan, program TMMD dinilai strategis dalam menyelesaikan persoalan yang ada di desa. Program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
TMMD Sengkuyung merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga pelosok desa. Melalui program ini, pembangunan fisik maupun nonfisik dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Polda Jateng Bongkar Pengiriman Ribuan Motor Ilegal ke Timor Leste
“Pemprov Jateng menyiapkan Rp33,2 miliar untuk mendukung TMMD Sengkuyung agar pembangunan di desa-desa semakin cepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Sumarno di Sragen , Rabu (22/06/2026)
Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan, antara lain pembangunan jalan desa, jembatan, saluran irigasi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga fasilitas umum lainnya. Selain itu, program TMMD juga diisi penyuluhan tentang kesehatan, pertanian, wawasan kebangsaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Komandan Kodam setempat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai konsisten membantu suksesnya program TMMD setiap tahun. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci percepatan pembangunan di daerah terpencil dan tertinggal.
Sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah juga menyambut positif alokasi anggaran tersebut. Mereka berharap TMMD Sengkuyung mampu membuka akses antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Achmad Lutfi menyebut Pemprov Jateng menegaskan, pembangunan desa menjadi prioritas utama karena desa yang maju akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.
“Jumlah penduduk kita itu 80 % itu ada di desa. Wilayah kita itu juga 80% itu ada di desa, sehingga pembangunan harus kita mulai dari desa,” kata Sumarno, saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, pada acara Pembukaan TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026, di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Viral karena Memaki dan Menoyor Kepala Bocah SD, Pengendara Mobil di Mojokerto Residivis Pencurian
Dia memberikan apresiasi kepada TNI yang telah konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/ kota, untuk menyelesaikan problem di desa. Menurutnya, TMMD sangat strategis mengusung program tersebut, karena TNI memiliki struktur sampai tingkat desa.***