Sebelumnya, kejadian serupa sempat terjadi dan menelan dua korban jiwa karena tertimpa reruntuhan.
Sementara mengenai insiden siswa dari SD IT Baitul Ridho, korban terluka disebut berjumlah 17 orang yang terluka dengan rincian 15 orang adalah siswa, 1 guru, dan 1 pemandu.
Sebanyak 10 orang korban langsung dilarikan ke RSUD Siak dan 7 orang lainnya dibawa ke Puskesmas Mempura.
Penanganan Korban Ditanggung Pemkab Siak
Lebih lanjut, para korban yang membutuhkan penanganan medis akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
Bupati Siak, Afni Zulkifli menyambangi rumah sakit dan menemani proses tindakan medis yang diperlukan para korban, termasuk saat penjahitan luka.
Selain mendampingi korban, Pemkab juga melakukan penguatan kepada keluarga yang menyusul ke rumah sakit.
Baca Juga: Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Sumbar: Bersihkan Pasar hingga Rumah Warga
Bakal Lakukan Evaluasi Kelayakan Bangunan
Masih mengutip dari keterangan Media Center Pemprov Riau, upaya menjaga dan merawat bangunan bersejarah seperti Tangsi Belanda kerap menghadapi kendala serius dari sisi pendanaan meskipun selama ini telah ada perhatian dan bantuan dari Kesultanan Siak.
Pemerintah Kabupaten Siak pun memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan cagar budaya..
Proses evaluasi tersebut diperlukan guna mencegah kejadian yang sama terulang di masa mendatang.
***