JurnalisNetwork-PATI- Beberpa bulan lalu jagad media maenstream dan media sosila di hebohkan dengan arogansi seorang Bupati di Jawat Tengah. Pada laman lama medsos dan media mainstream terlihat arogansi seorang Bupati yang menantang rakyatnya dan memenjarakan aktifis di daerahnya.
Arogansi kekuasaan tidak selamanya abadi, bagi Bupati Sudewo. Sosok kepala daerah yang sempat memicu kontroversi nasional karena memidanakan aktivis dan pendemo yang mengkritik kebijakannya, kini harus merasakan sendiri rasanya menjalani pemeriksaan dan digiring ke lembaga anti rasuah..
Pada Senin malam (19/01), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sudewo di rumah dinasnya. Penangkapan ini menjadi puncak ironi bagi pejabat yang selama ini dikenal gemar menantang aktifis dan warganya.
Baca Juga: OTT Bupati Pati, Ini Pesan Bupati Sudewo Saat Turun dari Pesawat di Bandara Soetta
Tim penindakan KPK terlihat keluar dari pendopo kabupaten Pati Senin 919/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB dengan membawa tiga koper besar yang diduga berisi barang bukti uang tunai. Juru Bicara KPK mengonfirmasi bahwa operasi senyap tersebut terkait dugaan suap
"Benar, ada giat (kegiatan) tim di daerah tersebut. Penyelenggara negara, termasuk kepala daerah, diamankan bersama pihak swasta," ujar Juru Bicara KPK dalam keterangan singkatnya.
Sudewo, yang mengenakan kemeja batik dan topi, tampak menunduk saat digiring masuk ke mobil penyidik. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, kontras dengan retorika tegasnya beberapa bulan lalu saat menghadapi para demonstran.
Publik tentu belum lupa dengan peristiwa enam bulan lalu. Saat itu, ratusan warga dan mahasiswa menggelar aksi damai menolak alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri. Aksi tersebut direspons reaktif oleh Sudewo.
Alih-alih berdialog, Sudewo justru melaporkan para koordinator aksi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan provokasi. Akibatnya, tiga orang pendemo dijebloskan ke penjara. Kala itu, Sudewo dengan lantang menyatakan di hadapan media:
"Negara ini negara hukum. Siapapun yang melanggar ketertiban dan menghina pemerintah, harus siap menghadapi konsekuensinya. Hukum tidak pandang bulu."
Kini, pernyataan tersebut seolah berbalik menyerang dirinya sendiri.
Kabar penangkapan Sudewo disambut riuh rendah oleh masyarakat, terutama para pegiat demokrasi yang rekannya masih menjalani proses hukum akibat laporan sang bupati.
Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil setempat, Budi Santoso, menyebut peristiwa ini sebagai pengingat keras bagi para pejabat publik.
Artikel Terkait
Pengakuan Ira Puspadewi usai ke Luar dari Rutan KPK, Ungkap Rekeningnya Masih Diblokir
Temukan Kejanggalan Penyitaan Asset, Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban Dilaporkan ke KPK
Tiba di Gedung KPK, Bupati Pati Sudewo Langsung Jalani Serangkain Pemeriksaan