JurnalisNetwork-ACEH-Lebih dari sebulan penyintas banjir Sumatera berjibaku dengan pembersihan lumpur yang menimbun rumahnya.
Banjir bandang yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu membawa banyak lumpur dan menyisakan endapan cukup tinggi.
Tak sedikit warga yang harus merelakan rumahnya karena ketinggian lumpur bahkan mencapai atap.
Sementara warga yang masih berusaha untuk membersihkan rumah dari lumpur, harus mengerahkan banyak tenaga dan biaya.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Danantara Bangun 600 Rumah Sementara untuk Warga Aceh Tamiang
Sewa Beko Ratusan Ribu per Jam
Seorang warga di Aceh Timur, menceritakan proses pembersihan lumpur di rumahnya dengan menggunakan alat berat atau beko.
Beko yang didatangkan itu harus membuat keluarganya merogoh kocek hingga Rp1,2 juta untuk membersihkan lumpur selama 2 jam.
“Sewa beko itu satu jam Rp600 ribu, jadi kita pakai uang pribadi. Pengerjaannya selama 2 jam, jadi kita habis Rp1,2 juta untuk mengeruk lumpur itu aja,” ucap warga dalam video yang diunggah di akun Instagram @bg_dosen pada Sabtu, 3 Januari 2025.
“Nah, sekarang tinggal banjirnya aja. Kalau kita ke belakang rumah atau samping rumah, itu lumpurnya bisa sepinggang,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa keluarganya terpaksa menyewa beko karena lumpur yang mengendap cukup tinggi, jadi membutuhkan bantuan alat berat.
“Kami sekeluarga terpaksa sewa beko karena nggak mungkin akan bersih pakai cangkul saja,” ujarnya.
“Uangnya pun didapat karena ada bantuan dari sanak family yang ada di luar,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Meski jadi Korban Banjir, Warga Aceh Ini Tetap Tunjukkan Solidaritas untuk Gaza: Kami Lebih Sedih Lihat Sana
Semringahnya Warga Aceh Tamiang Ini Mendapat Bantuan Pakan Kucing untuk Anabulnya, Netizen: Bapaknya Bahagia Banget
Momen Haru Penyintas di Aceh Tamiang Menolak Mengambil Banyak Bantuan Logistik: Korban Banjir Bukan Kami Sendiri
Hanyut Bersama Banjir: Kisah Nenek di Aceh Tamiang yang Gagal Umrah Usai Tabungannya Raib